Belajar dari wanita-wanita tegar
Belajar
dari Wanita-wanita tegar
Ada yang bilang
sehat itu mahal, namun karena sekarang Bapak Gubernur kita, Bpk. Jokowi, Sehat
itu menjadi mudah diperoleh untuk kami kalangan masyarakat menengah kebawah. “Kartu
Jakarta Sehat”
Dengan adanya
Kjs adalah harapan kami, sebagai orang-orang yang tidak memiliki asuransi
dengan persekian ratus ribu-jutaan/bulan.
Kjs adalah usaha/ikhtiar kami untuk
sembuh dan kami sangat berterima kasih sekali kepada orang-orang yang
mencetuskan, menjalankan dan membantu jalannya “KJS”
Rumah sakit
adalah tempat yang tidak ingin di datangi oleh setiap orang, setiap orang ingin
selalu sehat namun apakah kita Manusia lupa, bahwa seribu keburukan akan di
hapuskan oleh satu kebaikan. Setahun kemarau di hapus oleh hujan sehari, dan
mungkin seribu dosa akan di hapus oleh ujian sakitnya kita.
Banyaknya berbagai
macam penyakit yang terjadi di sekitar kita, mulai dari yang berat hingga yang
ringan. Penyakit yang masih di cari obatnya atau yang mudah di sembuhkan. Semua
penyakit, tidak mungkin enak, bagi yang menderitanya.
Belajar dari
seorang Ibu yang aku temui siang ini, kami sama-sama ngantri untuk mengurus
Administrasi dengan menggunakan Kjs. Setelah mengobrol agak lama, aku bisa
menyimpulkan bahwa dia adalah seorang Ibu yang sangat tegar. Bagaimana tidak?
Di sela-sela ceritanya dia masih dapat tersenyum namun di dalam hati, aku
menangis miris. Apakah aku akan setegar dia, bila aku menjadi seorang ibu
nantinya?
Si Ibu, rela
mengantri panjang untuk anak-anaknya yang berjumlah dua orang Kedua anaknya
sakit “Thalasemia” Mungkin itu kata-kata yang sangat asing di telingaku. Apa
itu Thalasemia?
Si Ibu mulai
bercerita lagi, pada tahun 1984, dirinya menikah dengan laki-laki yang sampai
saat ini masih menjabat menjadi suaminya. Dari pernikahan itu, si Ibu memiliki dua orang anak. Anak yang pertama
berusia 28 tahun dan anak yang ketiga 22 tahun, dan kedua anaknya memiliki
penyakit yang sama “Thalasemia”
Ya, Allah,
Engkau Maha Besar. Ujian apa yang engkau berikan kepada Ibu di hadapanku. Pahala
apa yang akan Engkau janjikan untuknya kelak? Hati yang sebesar apa yang
dimiliki seorang wanita tua yang dengan peluh keringatnya, tetap tersenyum dan
optimis untuk kesembuhan anak-anaknya.
Bagai merinding
seluruh aliran tubuhku ketika memandang kembali wajah sang Ibu, namun tidak ada
raut kekesalan apalagi kelelehan untuk itu semua.
Selama dua puluh
delapan tahun, dirinya harus bolak-balik ke rumah sakit hanya untuk mencari
darah yang sama dengan anak-anaknya, Dua puluh delapan dia langkahkan kakinya
dengan begitu enteng, untuk mempertahankan kesehatan anak-anaknya.
Dua puluh
delapan tahun dia kobarkan seluruh waktu, tenaga, cinta, kasih sayang yang
begitu tulus untuk anak-anaknya. Begitu mudahnya, dia menjalankan apa yang
sudah di skenariokan Tuhan untuknya.
Dan seorang Ibu
yang masih dapat tersenyum di hadapan kedua anaknya yang sedang merintih sakit,
walaupun di dalam jiwanya sendiri, hatinya teriris hebat.
Penyakit
Thalasemia
Apa itu
Thalasemia? Thalasemia adalah gangguan Hemoglobin dan juga karena genetic atau
keturunan. Penyakit Thalasemia, di serta terjadi Penyakit Anemia, terjadinya
pembesaran pada limfa dan bentuk tulang yang tidak normal, serta terjadinya
gangguan pertumbuhan.
Thalasemia
merupakan penyakit menurun yang di tandai dengan gangguan dan ketidakmampuan
memproduksi erotrosit dan hemoglobin. Mulai dari amenia, pembesaran limfa dan
hati. Atau pembentukan tulang muka yang abnormal.
Limfa berfungsi
membersihkan sel darah yang rusak. Pembesaran limfa pada penderita Thalasemia
terjadi karena sel darah merah yang rusak sangat berlebihan. Sehingga kerja
limfa sangat berat. Selain itu tugas limfa juga lebih diperberat untuk
memproduksi sel darah merah lebih banyak.
Selain Limfa,
Tulang muka juga berpengaruh, tulang muka merupakan tulang pipih. Tulang pipih
berfungsi memproduksi sel darah. Akibat thalasemia tulang pipih akan berusaha
memproduksi sel darah merah sebanyak-banyaknya hingga terjadi pembesaran tulang
pipih. Sampai saat ini pengobatan media belum menemukan obat yang dapat menyembuhkan
Thalasemia, salah satu perawatan yang di lakukan adalah dengan cara Transfusi
darah.
Mungkin itu juga
Slogan PMI dalam rangka “Donor Darah” Setetes darahmu dapat menyelamatkan nyawa
seseorang. Ayooo gerakan Donor Darah.
Penyakit lainnya......
Selain
Thalasemia, ada berbagai macam penyakit yang berbeda di rumah sakit ini. Aku
juga sempat mengobrol dengan seorang Ibu muda yang sedang menggendong bayinya
yang sangat lucu. Bayi itu berjenis kelamin laki-laki, dia sangat tampan,
memiliki wajah yang putih kemerah-merahan, hidungnya yang mancung dan bibirnya
yang mungil.
Setiap yang
melihat pasti ingin menggodanya, wajahnya yang sangat polos terlihat sangat
sehat, entah sakit apa si adik kecil ini? Kudapati berkali-kali wajah tanpa
lelah itu, sebuah Wajah dari seorang Ibu yang tegar, aku temukan pada sosok ibu
muda ini.
Setelah aku
bertanya, aku hanya bisa mengigit bibir dengan sekencang-kencangnya. Mungkin
aku tidak bisa merasakan rasa sakit yang di rasakan oleh si bayi mungil itu.
Dalam hati aku memuji Kebesaran Engkau, Ya Tuhan, atas kebesaran hati si Ibu
muda ini.
Maaf *(Si bayi tidak memiliki Dubur)* Saat itu,
Hampir-hampir air mata ingin menetes,
namun tidak seimbang dengan kekuatan si Ibu yang tengah menggendong anaknya.
Senyumnya yang mengartikan bahwa dia percaya akan ada kebaikan untuk semua ini.
Ada rasa tidak kecewa pada sosoknya ketika memberi
susu si bayi kecil, ada satu keyakinan yang membuatnya percaya, anaknya adalah
Anugerah Terindah yang di berikan kepadanya. Ada satu guratan semangat untuk
memperjuangkan kesembuhan anaknya.
Bagaimana
mungkin si Ibu tidak menangis, ketika bayi kecilnya yang berusia dua bulan
sudah harus di bedah, dan bagaimana hatinya tidak rapuh ketika anaknya menangis
merintih sakit. Mungkin sakit anaknya melebihi sakit di hatinya namun dirinya
hanya bisa berusaha dan berdoa agar anaknya bisa tumbuh dengan sempurna.
Tak habis-habis,
hatiku merintih setiap melewati setiap lorong rumah sakit ini, tak
henti-hentinya aku bersyukur atas kesehatan yang masih di berikan kepadaku.
Komentar
Posting Komentar