Biografi Bob Sadino
Bob Sadino, lahir 9 maret 1993 di Lampung dan meninggal, 19 Januari 2015. Manamatkan SD di Yogyakarta (1947), SMP di Jakarta (1950), dan SMA di Jakarta (1953). Bob Sadino adalah Pengusaha sukses asli Indonesia. Pengusaha bisnis di bidang pangan dan peternakan. Pemilik dari jaringan Usaha KemFood dan Kemchicks.
Ciri Khas Bob Sadino dengan cara berpakaian yang cukup nyentrik. Celana pendek dan kemeja lengan pendek, itulah Bob Sadino. Bahkan ketika diundang ke Istana Negara oleh Presiden Soeharto, pengusaha nyentrik ini memakai pakaian yang sama seperti biasanya. Pengusaha yang tidak seperti pengusaha pada umumnya, yang selalu bepakaian dengan setelan jas rapi di balut dengan sepatu kulit yang mengkilap. Apa adanya, mungkin Om Bob ingin menyampaikan pesan itu.
Pada saat usianya yang 19 tahun, bungsu dari 5 bersaudara ini mewarisi seluruh harta kekayaan peninggalan kedua orang tuanya, karena keempat saudara kandungnya di anggap sudah hidup mapan. Namun sebagian hartanya di pakai Bob Sadino untuk berkeliling dunia. Salah satunya Negara Belanda. Bob Sadino menetap dan bekerja di Belanda, tepatnya di Djakarta Lylod di kota Amsterdam selama kurang lebih 9 tahun hingga jodoh menemukannya dengan pasangan hidupnya yaitu Soelami Soejoed dan di karunia dua orang anak.
Pada tahun 1967, Bob Sadino beserta keluarganya kembali ke Indonesia. Membawa dua buah mobil Mercedes miliknya buatan tahun 1960. Namun satu mobil Mercedes di jualnya dan dibelikan sebidang tanah di daerah kemang, Jakarta Selatan. Sedangkan mobil yang satunya lagi di sewakan, bahkan yang menjadi supirnya sendiri adalah Om Bob. Sungguh rencana bisnis yang matang. Mandiri dalam membangun suatu usaha.
Namun setiap usaha yang baru dirintis, tidaklah selalu sukses pada awalnya, mungkin Tuhan ingin menguji mentalnya terlebih dahulu. Suatu hari Mobil Mercedesnya disewakan kepada orang lain, namun mengalami kecelakan. Pada saat itu, Bob Sadino sempat Depresi.
Di masa-masa Depresinya itu, datanglah seorang kawan Bob Sadino yang bernama Sri. Mulyono. Herlambang dan memberikan 50 ekor ayam. Teman Bob itu menyarankan agar Bob memelihara dan berbisnis telur ayam Negeri. Dan Bob Sadino menyetujuinya, Bob Sadino mulai belajar memperhatikan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat Ilham, Ayam saja bisa berjuang untuk hidup, apalagi manusia. Mulai saat itu Bob Sadino berjuang dan memulai bisnisnya.
Bob Sadino lah yang pertama kali memperkenalkan ayam dan telur ayam negeri di Indonesia, karena pada saat itu pasar Indonesia masih di dominasi oleh ayam kampung. Perjuangan Bob dan Istrinya sangat penuh liku dalam memperkenalkan dan memasarkan telur ayam negeri. Mereka berdua berjualan mulai dari satu pintu ke pintu lainnya.
Pada saat itu, pelanggannya hanyalah Eksperiat-eksperiat yang tinggal di kemang dan orang-orang yang pernah bekerja di luar negeri. Bahkan Bob dan Istrinya sempat di caci-maki sebagai babu orang asing. Namun mereka berdua tidak marah. Malah keduanya bercermin dan memperbaiki pelayanan, untuk lebih baik lagi kedepannya. Perubahan diri Bob dari seorang yang Feodal menjadi seorang yang melayani.
Seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai di kenal luas dan Bob Sadino melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Lalu setelah di bidang perternakan, Bob Sadino mengembangkan usahanya dibidang Argopreneur, Bisnis pertanian. Bisnis pertanian adalah bisnis yang dapat bertahan lama dan sangat menjanjikan. Karenanya kita sangat membutuhkan pangan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Salah satu Argoprenuer Om Bob adalah Terong. Terong yang sangat di butuhkan di Negara Jepang. Di setiap kulkas warga negara Jepang pasti selalu ada Terong. Terong di komsumsi oleh negara Jepang sebanyak 10 Juta Kilogram/tahunnya. Dalam setahun, 10 Juta kilogram terong yang di butuhkan oleh negara Jepang, ada 1 juta kilogram terong yang di Ekport oleh Bob Sadino ke Jepang dalam satu tahunnya. Warga Jepang sangat menyukai Terongnya Om Bob Sadino selain sehat, Terong juga dapat menyangkal kanker.
Bob Sadino adalah orang yang pertama kali memperkenalkan ayam dan telur ayam negeri di Indonesia dan menggunakan perladangan sayur sistem Hidroponik di Indonesia. Lima modal Usaha yang di lakukan Bob Sadino (Bukan hanya Uang dan Barang):
·
Kemauan
·
Tekad
·
Keberanian dalam mengambil dan
memamfaatkan peluang
·
Tahan banting dan tidak cengeng, berani
menghadapi risiko dan kegagalan.
·
Bersyukur kepada Tuhan yang maha Esa.
Bob Sadino berpendapat bahwa
manusia tumbuh melalui 3 tahap:
1. Tahap
Pertama, tahap hitam putih. Saat kita mengandalkan logika atau selalu bepikir
dalam kaca mata hitam-putih, benar atau salah.
2. Tahap
Kedua, Tahap Kearifan / Kebijaksanaan. Ketika kita mampu memberi makna di balik
makna yang hitam-putih tersebut. Di dalam hitam terdapat warna putih dan di
dalam warna hitam ada warna putih.
3. Tahap
Ketiga, Tahap kosong atau Ikhlas. Saat kita percaya sepenuhnya bahwa segala
sesuatunya sudah diatur oleh Tuhan yang Maha Esa.
Bob Sadino menjalani kehidupannya mengalir apa adanya tanpa tujuan dan rencana. Dua kata yaitu: Proses dan Enjoyment. Proses dengan tidak terpaku pada tujuan, mengikuti Prosesnya, menekuninya dan memberikan yang terbaik. Sedangkan Enjoyment adalah “kenikmatan” saat mengikuti prosesnya, pahit dan getirnya menjalani jatuh bangun dalam setiap Usaha yang dijalankannya. Menyelesaikan masalah dengan baik agar tidak terjadi masalah baru di kemudian hari.
Namun katanya, dala berbisnis kita juga jangan terlalu banyak memikirkan kesuksesan. Karena kita akan bekerja dalam tekanan sehingga hasil kerjanya kurang bagus. Miliki komitmen yang kuat, berani mengambil peluang, pantang menyerah, serta belajarlah kepada orang yang lebih pintar dan selalu bersyukur. Begitu pesan Om Bob kepada calon pengusaha.
Bob Sadino menjalani kehidupannya mengalir apa adanya tanpa tujuan dan rencana. Dua kata yaitu: Proses dan Enjoyment. Proses dengan tidak terpaku pada tujuan, mengikuti Prosesnya, menekuninya dan memberikan yang terbaik. Sedangkan Enjoyment adalah “kenikmatan” saat mengikuti prosesnya, pahit dan getirnya menjalani jatuh bangun dalam setiap Usaha yang dijalankannya. Menyelesaikan masalah dengan baik agar tidak terjadi masalah baru di kemudian hari.
Namun katanya, dala berbisnis kita juga jangan terlalu banyak memikirkan kesuksesan. Karena kita akan bekerja dalam tekanan sehingga hasil kerjanya kurang bagus. Miliki komitmen yang kuat, berani mengambil peluang, pantang menyerah, serta belajarlah kepada orang yang lebih pintar dan selalu bersyukur. Begitu pesan Om Bob kepada calon pengusaha.
Catatan awal tahun 1985, rata-rata per bulan Perusahaan Om Bob Sadino, mampu menjual:
·
40-50 Ton Daging Segar
·
60-70 Ton Daging Olahan
·
100 Ton Sayuran segar
Karier Bob Sadino:
Karier Bob Sadino:
1. Karyawan
Unilever (1954-1955)
2. Karyawan
Djakarta Lloyd Amsterdam dan Hamburg (1950-1962)
3. Pemilik
Tunggal KemChicks, Supermarket (1969-Sekarang)
4. Dirut
PT. Boga Catur Rata
5. PT.
Kem Foods (Pabrik Sosis dan Ham)
6. PT.
Kem Farms (Kebun Sayur)
7. Pengusaha
Perladangan Sayur Sistem Hidroponik
8. Pabrik
Pengolahan Daging di Pulogadung
9. Pemilik
sebuah “Warung” Shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Kata-kata Motivasi Bob Sadino:“Jangan mengeluh dengan keadaan, Jangan pernah takut mencoba, Belajar dari Kegagalan, karena kegagalan akan membuat kita belajar untuk masa depan”
Setiap Orang sukses pasti ada orang lain yang membantunya, tapi 80% tergantung pada diri orang sukses itu sendiri. Jadi untuk menjadi sukses tidak boleh mengkritik keadaan, jangan menyalahkan orang lain atas kegagalan kita, jangan menyalahkan orang tua yang miskin dan jangan menyalahkan pemerintah yang gagal. Karena semuanya tergantung pada diri kita sendiri, begitu kata Om Bob Sadino.
Alamat Rumah Bob Sadino: Jl. Al. Ibadah II no. 12 Kemang, Kebayoran Baru, Jakarta selatan. Telepon. 021. 793618. Alamat kantor Bob Sadino: Kem Chicks Jl. Bangka Raya 86 Jakarta Selatan. Telepon 021. 793618
Sumber Referensi:
·
http://pengusaha muda.wordpress.com/biografi/
·
Hhtp://id.wikipedia.org/wiki/bob-sadino
·
Blog wirausaha Junanto Herdiawan.
Twitter @junanto
Komentar
Posting Komentar