Motivator "Ippho Right Santosa"



Nulis blog kali ini, membahas tentang Motivator favorit saya, dia adalah salah satu “Motivator” di Indonesia.Sebelum saya menulis tentang sang Motivator kesukaan saya, saya sudah banyak membaca kisah-kisah inspiratif sang Motivator-Motivator  lainnya, baik melalui tulisan-tulisan dari buku maupun melalui media sosial.
Motivasi yang sering saya baca seperti membahas tentang Motivasi Parenting, Motivasi pembangunan karakter (IQ dan EQ), Motivasi tentang kebebasan Financial, Motivasi dibidang barang tidak bergerak, maupun Motivasi dibidang kesehatan.
Namun mengapa saya lebih menyukai Motivator  yang ingin saya ceritakan ini, Karena sang Motivator ini lebih mengajarkan menggunakan otak kanan dalam setiap tindakan yang ingin kita lakukan. Ya, Right, Siapa yang tidak kenal dengan Motivator Ippo Santosa dengan nama yang lebih dikenal sebagai, Ippho Right Santosa.
Motivasi yang lebih mengajarkan menggunakan otak kanan, mengapa otak kanan? Karena otak terbagi atas 3: Otak Kiri, Otak Tengah dan Otak Kanan. Otak kanan lebih kepada Intuisi, Estetika, Emosi, dan Gambaran Holistik. Dengan pola pikir liniernya, orang yang kuat otak kirinya tidak mampu menyikapi ketidakpastian, perubahan, dan resiko. Golongan kanan lebih menguasai hubungan-hubungan.
“Memperbaiki kelemahan hanya mengubah Anda dari orang di bawah rata-rata menjadi orang rata-rata. Meningkatkan kekuatan  mengubah Anda dari orang rata-rata menjadi orang di atas rata-rata” Ippho. Right. Santosa  
Otak kiri Anda akan lebih aktif sewaktu Anda terjaga, sebaliknya, otak kanan Anda akan lebih aktif sewaktu Anda tidur. Karena itulah ketika tidur, kemahiran-kemahiran khas kanan -seperti kreativitas, imajinasi, intuisi, dan sintesis- dapat bermunculan. Kanan itu lebih utama daripada kiri! Right? Menurut Motivator Favorit saya, Ippho Santosa.
Karena saya seorang Muslim, saya menyukai Ippho Santosa yang lebih memotivasi yang merujuk kepada Kitab Suci Al-Quran. Dengan otak kanan, Anda berani bersedekah sebelum memulai usaha atau dapat kerja. Justru dengan begitu, usaha dan kerjanya akan lebih lancar. Perlu otak kanan untuk pahami agama.
Sedekah senyum, silakan. Tapi juga sedekah uang. Karena orang kelaparan dan rumah ibadah tidak bisa beres hanya dengan senyum. Perlu uang. Ippho Santosa. Motivasi yang sangat realistis menurut saya, dan saya suka membaca karya-karyanya dan mengikuti akun media sosial, walaupun saya belum pernah menghadiri seminarnya.  

Seminar Motivasi.
Seminar Motivasi menurut saya adalah kebutuhan jiwa, men-charge semangat dan membunuh pikiran negatif. Karena dengan mengikuti seminar motivasi akan membuat kita memahami potensi yang selama ini menghambat pertumbuhan kita yaitu Rasa malas dan berfikiran buruk terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Walaupun saya belum pernah mengikuti seminar motivasi secara langsung, tetapi saya cukup sering membaca kisah-kisah inspiratif orang lain untuk membangun jiwa lebih baik lagi. Motivasi terbesar adalah terletak dalam diri sendiri. Jadi saya harus memotivasi diri saya sendiri namun melalui pembelajaran kepada motivator-mativator ahli dibidangnya. Dan dari pengalaman orang lain bisa dijadikan pembelajaran untuk diri sendiri.
Karena pembelajaran untuk memotivasi kita bukan hanya kegagalan kita saja melainkan kegagalan maupun keberhasilan orang lain dapat dijadikan pijakan untuk memotivasi langkah yang sudah kita pilih untuk jalani. Cukup dulu, postingan saya kali ini tentang Motivator Favorit saya dan alasan saya menyukai Motivasi untuk pengembangan diri. Ippho.Santosa

Komentar